Rasa manis 14 – 18%, bentuk yang cantik dan panjang buah kurang lebih 33 cm.
Labu LABUMADU
Benih
Price range: Rp20.000 through Rp75.000
| Nomor SK Kementan: | 111/Kpts/SR.120/D.2.7/10/2016 |
| Rekomendasi Dataran: | Rendah |
| Ketahanan Penyakit*: | – |
| Umur Panen (HST)*: | 75 – 76 HST |
| Bobot per Buah (g)*: | 1130-1250 gr/ buah |
| Potensi Hasil (ton/ha)*: | 15-22 ton/ Ha |
| PVT: | – |
* Note:
Ketahanan penyakit, umur panen, bobot dan potensi hasil tergantung pada lingkungan dan perlakuan budidayanya.
Panduan Budidaya
BUDIDAYA LABU
1. PERSIAPAN LAHAN
- Lahan harus diolah dengan baik, tanah dicangkul ataau dibajak supaya gembur.
- Apabila pH tanah kurang dari 6,5 harus diberi kapur pertanian dengan dosis 2-3 ton per hektar.
- Buatlah bedengan selebar 2,5 m sampai 3 m dengan jarak antar bedengan 30 cm – 40 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan panjang lahan yang tersedia.
- Pada sisi kiri masing-masing bedengan dibuat guludan dengan lebar 50 cm mengikuti panjang bedengan yang tersedia.
- Berilah pupuk kandang matang pada guludan tersebut dengan dosis 1-2 ton per hektar atau 2-3 kg per lubang tanam.
- Lubang tanam dibuat dengan cara ditugal dengan jarak 50 cm – 60 cm.
- Lubang buat pupuk dasar dibuat disampingnya 10 cm – 15 cm.
2. PENANAMAN
- Tanam benih labu pada lubang tanam yang telah dipersiapkan sebanyak 2 – 3 benih per lubang sedalam 2 cm – 3cm. Kemudian tutup dengan tanah (jangan dipadatkan).
- Pupuk dasar diberikan dilubang samping dengan Urea : SP 36 : KCL = 7,5 g/tan. : 15 g/tan. : 10 g/tan.
- Benih akan tumbuh 7 – 10 hari kemudian.
- Lakukan penyiraman yang optimum dengan melihat kondisi tanah di sekitar tanaman.
3. PEMELIHARAAN
- Benih yang tidak tumbuh harus segera disulam.
- Tanaman yang menjulur harus selalu dirapikan akan tidak menjalar kemana-mana. Jangan sampai tanaman saling tumpang tindih. Lakukan perapihan 1 minggu sekali.
- Buanglah gulma atau rumput dan tanaman lain yang mengganggu pertumbuhan tanaman labu.
- Pemupukan susulan masing-masing 25 HST dan 45 HST dengan ZA 7,5 g/tan. Dan KCl 5 g/tan..
4. PENYEMPROTAN
- Semprotlah tanaman dengan pestisida dan fungisida secara bergiliran 2 – 3 hari sekali.
- Hama yang sering menyerang antara lain: Embun tepung, antraknosa, virus, mite, ulat, kumbang kecil dan aphid.
- Yang penting adalah pengamatan tanaman setiap hari untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit.
5. PANEN
- Pemanenan dapat dimulai pada umur 85 – 90 HST.
- Labu dapat dipanen pada saat kulitnya masih berwarna hijau, dengan ukuran 3500 – 4500 g/buah.
HPT
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
- Pengendalian OPT harus dilakukan untuk mencegah terjadinya gagal panen atau hasil panen yang tidak optimal. Anda bisa melakukan pencegahan hama dengan memungut bibit-bibit hama yang terlihat disekitar tanaman.
- Jika dirasa ada gangguan penyakit, segera tangani dengan tepat sesuai dengan gejala yang ditampilkan.
- Usahakan untuk melakukan pengendalian dengan cara konvensional/organik. Namun jika tidak bisa, Anda bisa menggunakan pestisida/fungisida sesuai dosis.

| Weight | N/A |
|---|---|
| Isi | 5 Biji, 50 Biji |







Reviews
There are no reviews yet.