1. ULAT PERUSAK DAUN (Plutella xylostella)
Gejala pucuk atau daun caisim berlubang. Pengendalian secara mekanis yaitu dengan melakukan sanitasi lahan dan secara kimia yaitu dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Deltametrin, sipermetrin dengan dosis 10 ml/15 liter air.
2. EMBUN TEPUNG (Powdery Mildew)
Gejala berupa bercak kuning pucat, jika kondisi kelembaban berlebihan maka muncul massa jamur berwarna putih seperti tepung. Pengendalian dengan melakukan sanitasi lahan terhadap gulma, melakukan perbaikan drainase agar air tidak tergenang di lahan, melakukan rotasi tanaman dengan selain tanaman timun-timunan, memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi dan pengaplikasian fungisida Propineb, Metil tiofanat dan Tridemorf.
3. PATEK/ANTRAK (Anthracnose)
Gejalanya bermula dari bercak kecil dan berkembang hampir ke seluruh permukaan daun dan menyebabkan daun menjadi busuk kering dengan tekstur agak lunak. Dalam keadaan yang lembab, massa spora yang terbentuk berwarna oranye hingga hitam tergantung jenis jamur Colletotrichum yang berkembang. Buah yang terserang parah akan menjadi keriput dan kering. Kondisi yang hangat (kisaran suhu 20-27°C) dan basah dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Jamur ini bersifat terbawa benih.Pengendalian secara kimia dengan menggunakan fungisida berbahan aktif Propineb contohnya Antrachol dosis 10-20gr/15 liter air. Dengan cara mekanik membuang tanaman yang terserang, sanitasi lahan dan pembuatan drainase dan bedengan yang standar.
Reviews
There are no reviews yet.